PEMBENTUKAN IKATAN C-C
TUNGGAL
Senyawa Hidrokarbon jenuh adalah senyawa organik yang mengandung
ikatan tunggal. Senyawa alifatik jenuh
adalah senyawa alifatik yangrantai C nya hanya berisi ikatan ikatan tunggal
saja, golongan ini dinamakan alkana. Dimana ikatan tunggal C-C merupakan ikatan sigma pada orbitas
hibrid sp3 dari dua atom karbonnya. Ikatan sigma ini didapatkan
dari orbital-orbital atom yang tumpang tindih.
Sebuah ikatan karbon - karbon adalah ikatan kovalen antara dua atom karbon, bentuk yang paling umum adalah ikatan tunggal : . Obligasi terdiri dari dua elektron , satu dari masing-masing dua atom . Ikatan karbon - karbon tunggal adalah ikatan sigma dan dikatakan terbentuk antara satu hibridisasi orbital dari masing-masing atom karbon . Dalam etana , orbital sp3 adalah hibridisasi orbital , tetapi ikatan tunggal terbentuk antara atom karbon dengan hibridisasi lain memang terjadi ( misalnya sp2 ke sp2 ). Bahkan, atom karbon dalam ikatan tunggal tidak perlu dari hibridisasi yang sama. Etana, C2H6, merupakan contoh paling sederhana dari molekul yang mengandung ikatan karbon-karbon.
Sebuah ikatan karbon - karbon adalah ikatan kovalen antara dua atom karbon, bentuk yang paling umum adalah ikatan tunggal : . Obligasi terdiri dari dua elektron , satu dari masing-masing dua atom . Ikatan karbon - karbon tunggal adalah ikatan sigma dan dikatakan terbentuk antara satu hibridisasi orbital dari masing-masing atom karbon . Dalam etana , orbital sp3 adalah hibridisasi orbital , tetapi ikatan tunggal terbentuk antara atom karbon dengan hibridisasi lain memang terjadi ( misalnya sp2 ke sp2 ). Bahkan, atom karbon dalam ikatan tunggal tidak perlu dari hibridisasi yang sama. Etana, C2H6, merupakan contoh paling sederhana dari molekul yang mengandung ikatan karbon-karbon.
contoh
Ikatan
Kovalen
- Adalah ikatan yang terjadi karena pemakaian pasangan elektron secara bersama oleh 2 atom yang berikatan.
- Ikatan kovalen terjadi akibat ketidakmampuan salah 1 atom yang akan berikatan untuk melepaskan elektron (terjadi pada atom-atom non logam).
- Ikatan kovalen terbentuk dari atom-atom unsur yang memiliki afinitas elektron tinggi serta beda keelektronegatifannya lebih kecil dibandingkan ikatan ion.
- Atom non logam cenderung untuk menerima elektron sehingga jika tiap-tiap atom non logam berikatan maka ikatan yang terbentuk dapat dilakukan dengan cara mempersekutukan elektronnya dan akhirnya terbentuk pasangan elektron yang dipakai secara bersama.
- Pembentukan ikatan kovalen dengan cara pemakaian
bersama pasangan elektron tersebut harus sesuai dengan konfigurasi
elektron pada unsur gas mulia yaitu 8 elektron (kecuali He berjumlah 2
elektron).
a). Ikatan Kovalen Tunggal
Contoh 1 :
Ikatan yang terjadi antara atom H dengan atom H membentuk molekul H2
Konfigurasi elektronnya :
1 H = 1
Rumus struktur : H-H
Contoh 2 :
Ikatan yang terjadi antara atom H dengan atom F membentuk molekul HF
Konfigurasi elektronnya :
1H : 1
17F : 2.8.7
Berdasarkan jumlah pasangan elektron yang dipergunakan bersama ikatan kovalen dapat dibedakan menjadi:
- Ikatan tunggal (dilambangkan dengan satu garis ikatan) melibatkan sepasang elektron
- Ikatan kovalen rangkap (melibatkan lebih dari sepasang elektron, 2 pasang elektron disebut ikatan rangkap dua, dan kalau 3 pasang elektron disebut ikatan rangkap 3).
Teori
Hibridisasi
Teori hibridisasi muncul karena
teori ikatan kimia yang telah ada tidak mampu menjelaskan fakta yang
menunjukkan bahwa keempat ikatan C – H pada metana (CH4)
mempunyai sifat fisik dan kimia yang sama, padahal empat elektron valensi dari
atom karbon memiliki tingkat energi yang berbeda. Dalam metana (CH4) yang
merupakan senyawa hidrokarbon paling sederhana, keempat elektron dari empat
atom H tidak begitu saja berikatan dengan empat elektron valensi karbon, tetapi
sebelum itu ada suatu proses hibridisasi. Dalam proses hibridisasi, orbital 2s
dan 2p dari karbon membentuk empat orbital hibrid sp3 yang
memiliki tingkat energi yang sama, dimana sudut antara masing-masing orbital
adalah 109,50.
Hibridisasi juga terjadi pada atom karbon yang membentuk ikatan rangkap dua dan
ikatan rangkap tiga. Pada ikatan rangkap dua, atom karbon meiliki hibridisasi
sp2 dimana
satu orbital 2s dan dua orbital 2p membentuk tiga orbital hibrid sp2,
sementara satu orbital 2p yang sisa tidak mengalami hibridisasi. Hal yang sama
juga terjadi pada senyawa karbon dengan ikatan rangkap tiga. Satu orbital 2p
akan bergabung dengan orbital 2s membentuk orbital hibrid sp, dan dua orbital p
yang sisa tidak mengalami hibridisasi. Orbital 2p yang tidak mengalami
hibridisasi akan membentuk ikatan phi (π), sementara orbital yang
berhibridisasi membentuk ikatan sigma (σ). Sesuai dengan teori VSEPR (Valence
Shell Electrone Pair Repulsion), atom karbon yang memiliki hibridisasi sp3 akan
mempunyai bentuk tetrahedral, sementara karbon sp2 berbentuk segitiga
datar, dan karbon sp berbentuk linier.
soal –soal
1.bagaiman hidridisasi pada ikatan CH4?
2.bagaiman CH4 berperan sebagai pembentukan ikatan?
3.mengapa hidridisasi pada atom karbon membentuk ikatan rangkap dua dan ikata rangkap tiga ?
4.mengapa ikatan konvalen afinitas electron yang
tingggi?
Hibridisasi menjelaskan atom-atom yang berikatan dari sudut pandang sebuah atom. Untuk sebuah karbon yang berkoordinasi secara tetrahedal (seperti metana, CH4), maka karbon haruslah memiliki orbital-orbital yang memiliki simetri yang tepat dengan 4 atom hidrogen. Konfigurasi keadaan dasar karbon adalah 1s2 2s2 2px1 2py1. Teori ikatan valensi memprediksikan, berdasarkan pada keberadaan dua orbital p yang terisi setengah, bahwa C akan membentuk dua ikatan kovalen, yaitu CH2. Namun, metilena adalah molekul yang sangat reaktif (lihat pula: karbena), sehingga teori ikatan valensi saja tidak cukup untuk menjelaskan keberadaan CH4.
BalasHapusuntuk soal no.4
BalasHapusmenurut saya, karena ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi karena pemakaian pasangan elektron secara bersama oleh 2 atom yang berikatan. Ikatan kovalen terjadi akibat ketidakmampuan salah 1 atom yang akan berikatan untuk melepaskan elektron (terjadi pada atom-atom non logam). atom-atom nonlogam mempunyai afinitas elektron yang tinggi, sehingga ikatan kovalen memiliki afinitas elektron yang tinggi.